Oleh : Nurwansyah
Wahanapertanian.edisi september no. 01
Berdasarkan catatan sejarah disebutkan bahwa yang pertama mengembangkan tanaman melon adalah orang moor (mur) yang kebetulan tinggal di Spanyol, ada juga yang kisah lain yang menyatakan bahwa melon berasal dari Afrika timur, Afrika timur laut, dan timur utara kemudian menyebar kewilayah Mediterania, perlahan terus berkembang ke Eropa selanjutnya ke Asia. Namun keanekaragaman genetik melon berkembang pesat di Spanyol, Iran, Uzbekistan, Afganistan, India, Cina dan Jepang.
Menurut catatan sejarah melon masuk ke Indonesia pad atahun 1980 an di daerah Cisarua Bogor dan Kali Anda Lampung, sedangkan di Riau sendiri mulai dikembangkan oleh petani secara masal pada tahun 1992 di daerah Pekanbaru.
Jenis-jenis melon adalah sebagai berikut :
1. Melon berasal dari Tiawan antara lain yaitu : Sky Rocket, Fi Hibrida, Sunrise, Oriental Sweet, Crispy Jade dll
2. Melon berasal dari Cina, Prancis, Amerika dan Jepang yaitu : Hales dan Honyew Dew
Teknik Budidaya Melon Khusus Daerah Riau
1. Pengolahan lahan dapat dilakukan baik menggunakan cangkul ataupun pembajakan
2. Pembuatan guludan atau bedengan yang pada umumnya lebar bedengan 1 meter dan lebar parit 70 cm dengan tinggi bedengan 30-50 cm sedangkan panjang bedengan tergantung luas lahan
3. Persemaian benih melon dilakukan dengan cara merendam benih melon dengan air hangat selama 30 menit kemudian benih dibungkus menggunakan kertas koran dan disimpan kedalam kotak karton ataupun kotak yang telah sediakan dengan pemanasan menggunakan lampu pijar (25 watt) selama 10-12 jam. setelah benih pecah (memetir) kemudian benih ditanam ke dalam polybag.
4. Pada umur 12-15 hari bibit melon siap untuk ditanam dan penanaman yang baik dilakukan pada umur 12 hari dan pada pukul 07.00-09.00 WIB
5. Pupuk dasar dilakukan satu minggu sebelum penanaman. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang pada umumnya kandang ayam dengan tambahan pupuk dolomit dengan dosis 3-4 ton/Ha selain itu berikan pupuk NPK pada saat tanam dengan dosis 10-15 gram/tanaman.
6. Pemasangan mulsa plastik biasanya menggunakan mulsa ukuran dengan lebar 1,2 meter yang dilakukan pada siang hari atau pada cuaca terik sehingga memudahkan pembentangan mulsa.
7. Penanaman dilakukan dengan sistem tugal atau pembuatan lubang tanam dengan melubangi mulsa plastik menggunakan alat yang terbuat dari kaleng susu yang diberi bara api atau alat lainnya untuk melubangi mulsa dan membuat lubang tanam. Dianjurkan saat penanaman melon, tidak ada daun melon yang menempel pada mulsa
8. Pemasangan panjatan atau lanjaran dilalukan ketika umur 1-5 HST dengan jarak 5-10 cm dari lubang tanam. Lanjaran atau panjatan terbuat dari kayu dengan ketinggian 1-1,5 meter dengan ketebalan 3-5 cm
9. Pengikatan tanaman ke panjatan atau lanjaran dilakukan pada 7-30 HST
10. Pemangkasan dan pemilihan bakal buah (pentil) dilakukan pada 25-30 HST. Pada umumnya bakal buah yang dipilih terletak pada cabang ke 10, 11, dan 12. Setelah umur 45 HST lakukan seleksi terhadap buah yang terpilih (satu buah pertanaman) yang selanjutnya dipelihara sampai panen dengan karakteristik pemilihan bakal buah yaitu bentuk bagus, terhindar dari serangan hama dan penyakit, lonjong dan bernas
11. Pemupukan selanjutnya dengan NPK dilakukan pada umur 10 HST dengan dosis 5 gr/tanaman, umur 20 HST dengan dosis 7 gr/tanaman dan umur 30 HST (penbentukan bakal buah) dengan dosis 10 gr/tanaman dengan cara pengocoran
12. Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan secara rutin dengan interval 1 minggu sekali menggunakan insecktisida, fungisida, nematisida dan pupuk daun sesuai dosis yang tertera dalam kemasan
13. Pengairan dilakukan setiap hari baik melalui sprinkel ataupun manual menggunakan gembor pada pagi dan sore hari
14. Pembungkusan buah dilakukan ketika buah yang terpilih sebesar telur ayam dengan menggunakan plastik HD ukuran 5 kg. Tujuan pembungkusan untuk mencegah buah dari serangan hama, warna kulit lebih jernih, mulus dan terlihat segar
15. Pengikatan buah bertujuan untuk mencegah buah teratuh ataupun terserang serangan hama. Buah diikat menggunakan tali rapiah yang diikat pada leher tangkai buah
16. Pemanenan dilakukan pada pagi hari. Pada umumnya melon dipanen pada umur 70 hari, tangkai buah telah retak
17. Seleksi buah dilakukan untuk memisahkan buah melon sesuai dengan golongannya dengan grid kecil, sedang, besar dan rusak
18. Pengiriman buah jarak jauh sebaiknya dilapisin dengan busa atau wadah khusus untuk menghindari kerusakan buah selama dipengangkutan
Analisa Usaha Tani Melon seluas 0,5 Hektar Khusus Daerah Riau
No | Uraian | Satuan | Jumlah | Harga satuan | Rupiah | Keterangan |
1 | Pembersihan lahan | Ha | 0,5 | 400.000 | 200.000 | - |
2 | Pembuatan guludan | M | 2940 | 1.500 | 5.900.000 | Lebar 1 m, parit 0,7 m |
3 | Polybag | Kg | 12 | 10.000 | 120.000 | 1000lbr/Kg |
4 | Pupuk kandang ayam | Kg | 1000 | 600 | 600.000 | 100 gr/Tnm |
5 | Pupuk NPK | Kg | 400 | 7.000 | 2.800.000 | 40 gr/tnm |
6 | Plastik Mulsa | Ball | 12 | 40.000 | 480.000 | 250 m/ball (10kg) |
7 | Pembuatan bibit | Btg | 11.760 | 100 | 1.176.000 | 9600 + 20% sisipan |
8 | Pemasangan mulsa + lubang tanam | HOK | 10 | 40.000 | 400.000 | - |
9 | Benih melon | Bgks | 118 | 50.000 | 5.900.000 | Jarak tanam 70 x 60 cm |
10 | Persemaian dan penanaman | HOK | 12 | 40.000 | 480.000 | - |
11 | Pemberantasan Hama Penyakit | HOK | 20 | 40.000 | 800.000 | 20 kep x 30 cc x 4 x 2 |
12 | Insectisida | L | 5 | 150.000 | 750.000 | 20 kep x 20 cc x 4 x 2 |
13 | Fungisida | Kg | 5 | 70.000 | 350.000 | 20 kep x 20 cc x 4 x 2 |
14 | Nematisida | Kg | 20 | 180.000 | 3.600.000 | 2 gr/tnm |
15 | Pupuk daun | Kg | 5 | 40.000 | 200.000 | 30 kep x 30 gr x 4 x 2 |
16 | Panjatan | Btg | 11.760 | 250 | 2.940.000 | 9800 |
17 | Pengairan | HOK | 70 | 40.000 | 280.000 | 2 x 1 hari |
18 | Pemupukan | HOK | 12 | 40.000 | 480.000 | 4 HOK x lokasi |
19 | Penjarangan buah, pembungkusan dan pemangkasan cabang | HOK | 24 | 40.000 | 960.000 | 400 btg/HOK |
20 | Panen | HOK | 20 | 40.000 | 800.000 | - |
Keterangan :
Total modal : Rp.27.006.000
HOK : Harian orang Kerja
30 kep : 30 semprot ukuran 15 liter
30 cc : jumlah dosis dalam 1 Kep atau 2 cc/L air
4 : jumlah minggu dalam sebulan
2 : jumlah bulan tanaman (umur tanaman) atau 2 bulan
Keuntungan budidaya melon 0,5 Ha
Jumlah tanaman X persentase tumbuh (70%)
9.880 x 70 = 6860 tanaman
Jumlah tanaman hidup X rata-rata berat tanaman (kita ambil 1,2 kg)
6.860 x 1,2 kg = 8. 232 kg jika harga 6000
8.232 X 6000 = 49.392.000
Keuntungan bersih = 49.392.000 – 27.006.00 = 22.386.000
1. Cara mencari jumlah guludan kok bisa dapet 2.940 m dari 0.5 Ha
Luas lahan : lebar guludan + lebar parit
5000 m : 1 m + 0,7 m
5000 m : 1,7 m = 2941 atau dikecilkan jadi 2940
2. cara mencari jumlah bungkus benih melon koq dapet 118 dalam 0,5 Ha Lahan (1 bibit/lbg)
Luas Guludan : Jarak tanam (ambil panjangnya)
2.940 m : 60 cm = 4900 karena dalam satu guludan ada dua tanaman kanan dan kiri.
Maka di kalai dua hasilnya 9.800
Kebutuhan bibit penyisipan 20 % dari 9.800 = 1960
9.800 + 1.960 = 11.760 karena dalam satu bungkus melon jenis glamor 100 biji maka
diperlukan 118 bungkus yang setara dengan 11.800 bibit
3. 1 HOK kemampuan dalam aplikasi hama penyakit 8 kep (air araknya sedang gak jauh dan deket)
1 HOK dalam aplikasi Herbisida 12 kep
4. cara menghitung kebutuhan insectisida, fungisida dan nematisida serta pupuk daun
Dosis X jumlah tanaman
Untuk nematisida yaitu 2 gr/tnm X 9800 = 19600 gr atau setara 19,6 kg dibulatkan jadi 20 kg
5. mencari jumlah Polybag
Jumlah tanaman : jumlah polybag dalam 1Kg
11.760 : 1000 = 11,76 kg dibulatkan jadi 12 Kg
6. upah pembersihan dan pembuatan guludan
Harga standar pembersihan lahan dalam satu hektar adalah : 400.000
Pembuatan guludan per meter adalah : 1.500
7. jumlah mulsa
Jumlah guludang dibagi jumlah mulsa perball
2940 m : 250 m/ball = 11,76 ball dibulatkan jadi 12 Ball
Note :
Mungkin beberapa provinsi di Indonesia memiliki jenis tanah yang sesuai dengan Provinsi riau, jika berlainan ada baiknya teknik budidaya ini untuk di coba sementara untuk analisa usaha tani pada umumnya tetap sama dalam hal perhitunannya namun ada perbedaan dari segi harga bahan dan alat yang digunakan dalam budidaya melon sesuai tempat dimana anda melakukan usaha.
Semoga bermanfaat
5 komentar:
untuk perhitungan pupuknya brapa ya? n pupuk apa ja yg di pake tuk melon?
untuk perhitungan pupukx brapa ya? n pupuk pa ja yg di pake tuk taneman melon?
1.untuk perhitungan pupuknya.. anda bisa menggunakan rumus luas lahan yang anda tanam dibagi dengan jarak tanam yang anda gunakan kemudian anda kalikan dengan dosis pemupukan yang anda perlukan..... atau anda bisa juga gunakan rumus jarak tanam dibagi luas lahan dalam 1 hektar kemudian anda kalikan dengan dosis anjuran pupuk yang anda gunakan persatuan luas lahan 1 ha...
2. untuk jenis pupuk,,, sebaiknya anda menggunakan pupuk dasar (pupuk organik) sebagai tahap awal... saya tidak menyarankan menggunakan pupuk organik hewani (pukan ayam, kambing, sapi dll) saya lebih menyarankan menggunakan kompos dll... selanjutnya anda dapat menggunakan pupuk anorganik, sebaiknya anda gunakan pupuk majemuk saja... seperti NPK ..gunakan dosis sesuai anjuran saja...
yang terpenting dalam budidaya,,, langkah perawatan seperti pengendalian hama penyakit perlu diterapkan semaksimal mungin untuk menimalisir potensi kegagalan
mas, boleh ijin copas tabel perhitungannya gak? makasih.
Blog yang menarik, terimakasih untuk artikelnya sangat bermanfaat.Kebetulan saya sedang belajar budidaya melon di Jepang. Ada beberapa hal yang berbeda , misalkan pembungkusan buah melon di sini dilakukan ketika melon sudah sebesar 2 kepalan tangan atau sekitar 20 hari menjelang panen. Dan pemberian lebah madu ketika melon mulai berbunga , agar rasanya lebih manis.
Posting Komentar