Rabu, 07 November 2012

laju penyerapan air (difusi, osmosis dan imbibisi)

style="text-align: center;"> by :
Nurwansyah

air merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam proses fisiologi tumbuhan terutama dalam proses difusi, imbibisi dan osmosis pada benih tanaman.
difusi merupakan pergerakan molekul air dari larutan berkosentrasi tinggi ke larutan berkosentrasi rendah hingga mencapai keseimbangan dinamis.
osmosis ialah pergerakan molekul air dari potensial tinggi ke potensial rendah sehingga mencapai keseimbangan yang dinamis.
imbibisi adalah proses masuknya air kedalam sel benih karena adanya perbedaan potensial air dari dalam dan luar benih.
ada  beberapa faktor yang dapat digunakan dalam mengukur laju penyerapan air kedalam sel tumbuhan. perbedaan potensial air merupakan metode pengukuran yang dianggap paling baik. potensial air sangat ditentukan oleh :
1. potensial osmotik yaitu zat-zat terlarut dimana potensial osmotik berbanding terbalik dengan kosentrasi zat pelarut. jika zat-zat terlarut banyak maka, potensial osmotik rendah
2. potensial tekanan yaitu jika dinding sel telah membesar maka, dilakukan sintesis dinding sel untuk menghasilkan dinding sel baru agr tidak mudah rusak, karena dinding sel baru memiliki daya elastisitas besar dan jika terjadi pembesaran akibat adanya tekanan ia akan kembali seperti semula (kebentuk semula).
kemampuan menyerap air/laju penyerapan air pada benih berdasarkan potensial air ditentukan oleh :
1. Potensial Osmotik yaitu kemampuan dinding sel benih untuk mengikat zat-zat terlarut. dimana semakin tinggi zat-zat terlarut kemampuan menyerap air semakin rendah.
2. Potensial Matrik yaitu kemapuan dinding sel benih untuk terhidrasi (mengikat air), dimana semakin tinggi kemampuan menyerap air, maka nilainya semakin kecil (negatif). biasanya dinding sel yang tersusun dari karbohidrat dan protein memiliki potensial matrik rendah karena mudah terhidrasi sedangkan lemak (lipid) kebih tinggi.
3. Tekanan Hidrolitik, tekanan hidrolitik terbagi menjadi dua :
a. T. Hidrolitik Internal yaitu kumpulan larutan dari dalam untuk menekan dinding sel dalam total nilai air benih minus (-) karena potensial air murni nol
b. T. Hidrolitik Eksternal yaitu kemampuan larutan dari luar untuk menekan dinding sel
4. Resistensi yaitu daya hambat dari benih terhdap pergerakan air. resistensi terbagi menjadi dua yaitu :
a. Resistensi Internal yaitu daya hambat karena faktor-faktor permeabilitas membran atau dinding sel terhdap air
b. Resistensi Eksternal yaitu daya hambat karena faktor dari luar dan sangat ditentukan oleh struktur kulit benih. benih dengan struktur keras (Palm) memiliki daya resistensi tinggi.
5. Difusi akan berbanding terbalik antara kosentrasi larutan dengan kosentrasi air dalam benih. semakin tinggi perbedaan akan semakin rendah tingkat difusi karena air mengalami kejenuhan larutan.
6. Osmosis pada molekul/ partikel zat akan berbanding terbalik antara potensial tinggi ke rendah. semakin tinggi perbedaan potensial zat tersebut maka penyerapan zat akan semakin lambat
7. Imbibisi akan berbanding lurus antara potensial air benih dan luar benih, semakin tinggi perbendaan semakin tinggi tingkat imbibisi air.

Tidak ada komentar:

bagaimana pendapat anda mengenai blog ini?