Masuk

Minggu, 17 Juni 2012

PERENCANAAN BISNIS (BUSINESS PLAN)



By :
Nurwansyah

Perencanaan Bisnis (Bisnis Plan) adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu. Ada beberapa pengertian tentang business plan :
  1. Business Plan merupakan suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana. 
  2. Business Plan merupakan dokumen tertulis yang menjelaskan rencana perusahaan/pengusaha untuk memanfaatkan peluang-peluang usaha(business opportunities) yang terdapat di lingkungan eksternal perusahaan,menjelaskan keunggulan bersaing(competitive advantage) uasaha, serta menjelaskan berbagai langkah yang harus dilakukan untuk menjadikan peluang usaha tersebut menjadi suatu bentuk usaha yang nyata. 
  3. Business Plan adalah sebuah selling document yang mengungkapkan daya tarik dan harapan sebuah bisnis kepada penyandang dana potensial. 
Jadi Business Plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur yang relevan baik internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai pada waktu usaha. Adapun isinya sering merupakan perencanaan terpadu menyangkut pemasaran,permodalan,operasional dan sumber daya manusia.
            Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan bisnis ada beberapa hal diantaranya ialah : 5 W dan 1 H (what, when, were, who, why and how). Selian itu ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan menganai money, machine, methode and market yang menjadi perumusan dasar dalam pembentukan perencanaan bisnis yang akan dibentuk.
Komponen yang Harus Ada dalam Perencanaan Bisnis.
  1.  Riwayat Singkat Usaha
  2. Latar Belakang Perusahaan
  3. Produk-produk dan Jasa dari Perusahaan
  4. Kondisi Pasar Produk dan Strategi Pemasaran 
  5. Rencana Pemasaran
Suatu perencanaan bisni yang baik pada umumnya memiliki sifat sebagai berikut: FokusRasional dan faktualBerkesinambungan dan estimasiPreparasi dan fleksibel dan Operasional
Proses perencanaan usaha meliputi empat hal, yaitu:
  1. Mengidentifikasi peluang usaha.
  2. Menentukan jenis usaha yang akan dijalankan.
  3. Melakukan studi kelayakan usaha.
  4. Membuat proposal usaha.
Perencanaan Bisnis
            Busines Plant adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.
Proses perencanaan bisnis meliputi empat hal yaitu:
  1. Mengidentifikasi peluang usaha.
  2. Peluang usaha muncul ketika permintaan pasar lebih besar dari penawarannya. Jadi peluang usaha dicirikan oleh masih adanya permintaan pasar untuk produk tersebut.
  3. Menentukan jenis usaha yang akan dijalankan.
  4. Selanjutnya dilakukan penilaian awal untuk menentukan jenis usaha yang paling memungkinkan dan dipandang paling menguntungkan. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin menjadi pendukung maupun penghambat usaha. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain
    • Ketersediaan bahan baku baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya.
    •  Ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan.
    • Prospek pemasaran produk yang dihasilkan.
    • Cara-cara pendistribusian.
    • Daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan
    • Selera konsumen.
Format Busines Plant yaitu :
1.      Pendahuluan
  1. Nama dan alamat perusahaan - Nama dan alamat pemilik
  2. Nama dan alamt penanggung jawab yang bisa dihubungi sewaktu-waktu - Informasi tentang bisnis yang dilakukan
4.      Rangkuman eksekutif,tidak lebih dari tiga halaman yang menjelaskan secara komplit isi business plan
5.      Visi dan Misi
a.       Visi wirausahawan terhadap perusahaan -Bergerak dibidang apa perusahaan ini -Nilai-nilai dan prinsip apa yang dianut perusahaan
b.      Apa yang membuat perusahaan anda unik.Apa sumber keunggulan kompetitifnya.
6.      Analisi Industri
a.       Perspektif masa depan industry -Analisis persaingan
b.      Segmentasi pasar yang dimasuki -Ramalan-ramalan tentang Produk yang dihasilkan 
7.      Deskripsi Usaha
a.       Produk yang dihasilkan
b.      Jasa pelayanan
c.       Ruang lingkup bisnis
d.      Personalia dan perlengkapan kantor
e.       Latar belakang identitas pengusaha
8.      Rencana prod uksi/operasional
a.       Pemilihan lokasi (plant location)
b.      Rencana Tata letak (layout) termasuk IMB,Amdal dll.
c.       Proses produksi
d.      Keadaan gedung dan perlengkapannya
e.       Keadaan mesin dan perlengkapannya
f.       Sumber-sumber bahan baku
9.      Rencana Pemasaran
a.       Segmentasi pasar, target pasar dan posisioning
b.      Penetapan harga
c.       Pelaksanaan distribusi
d.      Promosi yang akan dilakukan
e.       Pengembangan produk
10.  Perencanaan Organisasi
a.       Bentuk kepemilikan dan struktur organisasi
b.      Informasi tentang partner
c.       Uraian tentang kekuasaan
d.      Latar belakang anggota tim manajemen
e.       Peranan dan tanggung jawab personalia dalam organisasi
11.  Resiko
a.       Evaluasi tentang kelemahan bisnis
b.      Gambaran teknologi
12.  Perencanaan Keuangan
a.       Sumber Dan penggunaan modal
b.      Laporan Keuangan ( proyeksi L/R.Cash Flow,Neraca)
c.       Analisis titik impas
d.      Rasio keuangan untuk mengetahui kinerja
13.  Apendix
a.       Surat-surat.
b.      Data penelitian pasar.
c.       Surat-surat kontrak dan dokumen perjanjian lainnya.
d.      Daftar harga dari pemasok barang.
           
Pembahasan Perencanaan Bisnis
Perencanaan bisnis yang baik merupakan perencanaan bisnis yang didalamnya selain membahas visi, misi, strategi juga harus membahas bebera aspek yaitu :
  1. What: Produk apa yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan pasar dan trend  pasar saat sekarang dan yang akan datang                                                     
  2. Why: Mengapa produk itu dibuat? Pembahasan ini akan memberikan gambaran dan perincian yang jelas berdasarkan fakta yang sebenarnya dan peluang bisnis yang akan terjadi
  3. How: Bagaimana membuat produk? Pemabahasan ini akan menghasilkan solusi-solusi dan keterangan-keterangan tentang hambatan yang akan dihadapi dalam menjalankan perencanaan bisnis terutama dalam hal modal, bahan baku, tenaga kerja, metode dan teknlogi
  4. Who: Siapa pasarnya/pembelinya? Pembahasan ini untuk mentukan pangsa pasar yang akan dicapai dalam perencanaan bisnis tersebut sesuai produk yang akan dihasilkan
  5.  When: Kapan produk itu harus dibuat? Bertujuan untuk memperhitngkan dan memperkirakan kapan waktu yang tepat dan sesuai dalam pembuatan produk tersebut
  6. Where: dimana produk akan dibuat atau dimana bisnis  akan dilakukan? Hal ini untuk merencanakan tempat bisnis berdasarkan pertimbangan beberapa hal yaitu keamanan, bahan baku, pemasaran, sarana pra sarana transportasi, tenaga kerja dan permodalan. 
 Sifat Perencanaan Bisnis
Suatu perencanaan bisnis yang baik pada umumnya memiliki sifat sebagai berikut:
  1. Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan yang jelas.
  2. Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.
  3. Berkesinambungan dan estimasi, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang.
  4. Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi.
  5. Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan. Beberapa manfaat perencanaan usaha adalah pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas, menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif serta penggunaan sumberdaya yang lebih efisien, menyediakan alat evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha, serta menyediakan landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan. Artinya, perencanaan usaha digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
  6. Melakukan studi kelayakan usaha.
  7. Studi kelayakan usaha (SKU) atau feasibillity studi adalah cara yang ditempuh untuk menentukan layak tidaknya suatu gagasan usaha dilaksanakan.
  8. Membuat proposal usaha.
  9. Langkah terakhir dalam proses perencanaan usaha adalah membuat proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen tertulis dari perencanaan usaha. Cara membuat proposal usaha atau proposal bisnis adalah sebagai berikut. Yang harus tercantum di sebuah proposal usaha atau proposal bisnis adalah:
    • Hasil Studi Kelayakan Usaha yang membahas tentang potensi pasar targeting dan segmenting 
    • Kebutuhan investasi atau modal
    • Biaya operasional
    • Neraca awa yang berisi estimasi pendapatan,margin, biaya operasi dan keuntungan
    • Strategi bisnis
Komponen Perencanaan Bisnis          
Komponen yang harus ada dalam perencanaan bisnis adalah :
1.      Riwayat Singkat Usaha
Riwayat singkay atau executive summary akan menjadi sebuah perhatian orang untuk di baca. Saat orang lain mengenal perusahaan anda, pastikan membaca executive summarydengan singkat dan benar. Mungkin akan meleibatkan beberapa dokumen penting yang mencakup penamilan data dengan tujuan publik memang harus tahu. Dua alasan yang harus ada dalam penjelasan executive summary ini yaitu (jawab pertanyaan tersebut):
a.       Mengapa Perusahaan tertarik dengan usaha yang digeluti saat ini atau sedang berjalan.
b.      Bagaimana cara perusahaan atau kita membangun usaha tersebut dari nol sehingga implementasi dari keinginan yang ingin dicapai berhasil.
2.      Latar Belakang Perusahaan
a.       Dalam perencanaan bisnis setidaknya harus dijabarkan secara rinci, dimana beberapa hal yang minimal harus ada dalam sebuah latar belakang perusahaan yaitu;
b.      Sekilas Usaha atau sejarah berdirinya perusahaan, disini menggungkap bagaimana perusahaan menjelaskan sedikit tentang apa saja dan kapan perusahaan itu berdiri.
c.       Pihak-pihak yang Terlibat Dalam Usaha, dalam hal ini adalah siapa rekanan, tokoh, dan pendampin yang terlibat dalam bisnis anda.
d.      Kondisi Keuangan perusahaan, harus tergambar walaupun bukan hasil neraca keuangan sebenarnya. Intinya menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan sehat.
e.       Rencana Pengembangan, perlu dimasukkan dengan tujuan untuk menjelaskan arahan pengembangan usaha ini pada akhirnya berujung dimana, apakah direncanan menjadi sebuah perusahaan multinasional atau hanya perusahaan dengan tingkat pasar lokal saja.
3.      Produk-produk dan Jasa dari Perusahaan
Produk dan jasa apa saja yang peruhaan akan jual. Disini diperlukan bagaimana analisis sebuah produk dan apakah perusahaan sanggup menjualnnya. Tidak hanya itu dibutuhkan pula gambaran detail dari produk yang akan dijual.
4.      Kondisi Pasar Produk dan Strategi Pemasaran
Disini hal harus ada adalah analisis kondisi pasar, mengenai besarnya permintaan terhadap barang atau jasa yang dibuat oleh perusahaan. Hanya ada dua pilihan menciptakan pasar (driving market) atau mengikuti pasar (market driven), sehingga dapat mengetahui kondisi pasar dan bisnis yang sedang dijalankan
5.      Rencana Pemasaran
Rencana Pemasaran pada dasarnya membidik target market yang sesuai agar sasarannya tepat efektif dan efisien. BEberapa komponen yang harus diperhatikan, diantaranya :
a.       Analisa Pasar. 
b.      Analisa Produk. 
c.       Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran Produk. 
d.      Kondisi Persaingan. 
e.       Kondisi Harga. 
f.       Kondisi Promosi dan Iklan. 
g.      Kondisi dan Strategi Manajemen. 
h.      Kondisi dan Strategi keuangan. 
Kedudukan Perencanaan Bisnis
            Kedudukan perencanaan bisnis dalam manajemen strategi dapat dilihat pada gambar berikut :

Contoh  Perencanaa Bisnis “Bambang Catering”
Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat bisnis katering makanan.
Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahui adalah peluang pasar dan bagaimanan menggaet order.. Bagaimana peluang pasar yang hendak kita masuki dalam bisnis kita dan bagaimana cara memperoleh order tersebut. Yang kedua adalah kita harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Yang ketiga adalah persiapkan mental dan keberanian memulai. Singkirkan hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan perang batin antara berkeinginan dan keraguan. Jangan lupa harus siap menghadapi resiko, dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tetapi gagal daripada gagal mencoba.
A. Aspek manajemen
Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modal
Bisnis ini dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang 3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya 2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan.
a) Target Pasaryang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan katering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi.
Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga. Pesaing kita dari perusahaan katering lainnya
b) Konsep pemasaran terdiri dari 4 elemen (Price+Place+Promotion). UNTUK PRODUK, mensurvai para pesaing-pesaing usaha catring lain. Misalnya saja, menentukan apa, 10 menu terpopuler untuk katering di tempat anda. Nah, khusus, ke 10 menu itu,kita mutlak menguasainya. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Mampukah kita menciptakan hal-hal yang baru dengan 10 menu populer itu. Contoh, bagaimana caranya membuat nasi goreng kita beda dan terlihat lebih unik serta kalau bisa catering murah.
c) Produk dan penetapan Harga. Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga Anda. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Anda perlu misalnya mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah, sehingga bisa menghasilkan katering murah. Atau Anda menggunakan kompor yang boros. Bahkan bisa saja komponenen menu Anda yang salah. Di sini Anda perlu melakukan percobaan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas dan bisa bersaing dengan catering murah lainnya.
C0NTOH DAFTAR MENU :
1. NASI KOTAK : Nasi kuning, Mie Kering, tempe, Ayam goring, Perkedel,Krupuk udang Rp. 7.500,-
2. NASI PUTIH/URAP : Nasi Putih, Urap–urap, Trancaman, Ayam bumbu rujak dan Rempeyek Rp. 7.500,- Dan lain-lain tergantung makanan yang dipesan. Berbagai masakan yang disesuaikan dengan pesanan
d) Distribusi dan Promosi
Bisnis katering adalah bisnis kepercayaan dan “rasa”. Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri yang kita kelola sendiri kateringnya dan di setiap meja penyajian kita tempelkan nama katering kita sebagai tanda pengenal dan promosi. Akan lebih baik jika kita sudah menyediakan brosur dan kartu nama. Jika kita bisa mengelola pelayanan katering di hajatan keluarga dengan baik maka semua kenalan dan relasi akan mengetahui kemampuan kita. Untuk mengetahui kualitas dan nikmatnya masakan kita bisa memulai dengan memasak dan menyajikan berbagai menu dalam setiap acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti dan dengarkan dna minta komentar tamu kita. Dari sini kepercayaan kepada anda akan muncul dan akan tersebar dari mulut ke mulut ini terkadang lebih efektif dibandingkan kita menyebar brosur dan beriklan tanpa pernah kita menunjukkan kemampuan kita di sebuah acara. Dalam bisnis yang utama dalah kesinambungan order maka untuk memperoleh order konsep pemasaran yang lebih komprehensif perlu difikirkan. Penawaran door to door di instansi-instansi pemerintah juga bisa dilakukan. Di awal Anda membuka usaha, buatlah promosi. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap pemesanan dan Jangan pelit/segan memberikan sample masakan/mengundang makan orang-orang yang memiliki kuasa untuk mengambil keputusan di sebuah perusahaan/intansi.
            Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan--syukur-syukur bila Anda pandai memasak, dan lebih baik lagi bila Anda adalah seorang ahli memasak. Untuk menjadi pengusaha katering tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, Anda bisa melakukan prekrutan.
            Telah di jabarkan di atas bahwa katering ini dikelola bersama-sama dan tiap orang punya tugas masing-masing. Cara penjaminan mutu dengan cara kita hanya akan berproduksi setelah mendapatkan pesanan jadi masakan dijamin masih segar.
Lokasi bisnis ini di jalankan ditempat keramaian. Misalnya di kantor-kantor, dekat dengan lembaga pendidikan dan mudah dijangkau semua orang.
D. Kiat-Kiat Pengelolaan Usaha Katering
            Apa yang menjadi kunci sukses bisnis katering ini?
Punya Visi Sederhana sebenarnya. Setiap orang yang ingin menjadi pengusaha apa pun jenisnya, perlu memiliki visi. Tidak usah muluk-muluk. Tapi mutlak ada. Ingatlah, bisnis itu mirip dengan bayi. Sekali saja ia dilahirkan maka tanggung jawab kitalah untuk mendidik dan membesarkannya hingga dewasa. Tidak bisa asal saja. Dan kalau sudah tidak suka dan banyak problem lalu main ditinggal saja. Bayi perlu persiapan yang banyak. Harus ada cinta dan kasih misalnya. Bisnis juga demikian. Itu sebabnya bisnis yang langgeng seringkali datang dari hobi kita sehari-hari. Karena hobi, dan sesuatu yang kita sukai, semangat dan minat kita akan selalu besar. Ini faktor yang penting sekali.
E. Rencana Matang
Rencana usaha diperlukan untuk perlindungan bisnis kita. Kita perlu memiliki wawasan yang luas, dan tiap masalah minimal telah kita periksa. Misalnya dalam paket catering pernikahan atau katering ulang tahun masalahnya apa saja. Mulai dari masalah produksi, staf, produknya (menu), pemasaran, logistik ,dan promosi, semuanya harus masuk "check-list". Hal ini untuk menghindarkan situasi yang "chaos"(tumpang-tindih, RED), dan manajemen tambal sulam di masa mendatang. Anda tidak perlu membuat rencana kerja setebal 100 halaman misalnya, tapi cukup 2 halaman saja. Namun segala aspek dari bisnis katering telah Anda pikirkan.
F. Aspek Keuangan
            Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mendapat modal dari bagi modal yang terdiri dari 5 orang, per orangnya mengeluarkan modal Rp 1.000.000,00. Jadi Modal awal kita sebesar Rp 5.000.000,00. Berikut ini kita tampilkan proyeksi keuangan kita dalam 1 bulan. Proyeksi Keuangan 1 bulan
1.      Kas Rp 5.000.000,00
2.      Modal Rp 5.000.000,00 (Setoran untuk modal awal)
3.      Perlengkapan Rp 1.000.000,00
4.      Kas Rp 1.000.000,00 (Pembelian Perlengkapan)
5.      Peralatan Rp 500.000,00
6.      Kas Rp 500.000,00 (Pembelian Peralatan)
7.      Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan Minimal mendapat 4 kali pesanan
2 x Partai Besar (Minimal 200 Porsi @ Rp 7.500,00)
2 x (200 Porsi x Rp 7.500,00) = Rp 3.000.000,00
2 x Partai Kecil (Minimal 50 Porsi @ Rp 8.000,00)
2        x (50 Porsi x Rp 8.000,00) = Rp 800.000,00 + Perkiraan Pendapatan
minimal 1 bulan Rp 3.800.000,00
8.      Jurnal Transaksi dalam 1 bulan
9.      Biaya Angkut (4 @ Rp 50.000,00) Rp 200.000,00
10.  Kas Rp 200.000,002. Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,00 x 4 Pesanan) Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00 Kas Rp 1.000.000 ,00
11.  Biaya Bahan Baku(@ Rp 4.000,00).
Rp 4.000,00 x 500 Porsi = Rp 2.000.000,00
Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00 Kas Rp 2.000.000,00
12.  Laporan Laba /Rugi dalam 1 Bulan
13.  Pendapatan
Porsi Besar 2 x(200 Porsi x Rp 7.500,00) =Rp 3.000.000,00
Porsi Kecil 2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) =Rp 800.000,00 + Rp 3.800.000,00 Biaya-biaya Biaya Angkut Rp 200.000,00
14.  Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00
15.  Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000+ Rp 3.200.000 + Laba Rp 600.000
  


Referensi : 

Anonymous.2005.Pedoman Penyusunan Studi Kelayakan. Bank Indonesia.
Anonymous.2009.Business Plan . Program Mahasiswa Wirausaha-2009. Universitas Brawijaya Malang
http://makalah–artikel-online.blogspot.com/2009/02/contoh-perencanaanbisnis-katering. html.
www.Dwiretno.lecture.Ub.Ac.Id / File/2010/3/ BusinessPlan-%-Perencanaan-Bisnis.PPTX. 
Anonimus.2010.Rencana Bisnis. www. ocw.usu.ac.id/ course/spi396_slide_bab_13_: _rencana_bisnis.pdf. 
Anonimus.2011.Perencanaan Bisnis. www. Pratamafahmi.blogspot.com/2011/01/Perencanaan Bisnis.Html.




Tidak ada komentar:

bagaimana pendapat anda mengenai blog ini?